Tak Ingin Kasus Korupsi Garuda Indonesia Terulang, Erick Thohir Peringatkan BUMN Lebih Disiplin

Redaksi

Menteri BUMN Erick Thohir telah mengungkap korupsi di PT Garuda Indonesia (Persero). Erick Thohir pun meminta kepada seluruh BUMN untuk disiplin menjalankan business model dengan benar agar tidak terjadi kasus serupa.

Erick Thohir tidak ingin terjadi penyelewengan di dalam perusahaan-perusahaan BUMN. Maka, setelah restrukturisasi dilakukan, Erick Thohir memastikan semuanya bergerak sesuai jalur bisnis yang sudah ditentukan.

“Tidak boleh terulang lagi, setelah restrukturisasi ini kita harus disiplin dengan business model yang kita punya,” tutur Erick Thohir.

Selain itu, ia juga memastikan untuk melakukan perbaikan Standar Operating Procedure (SOP). Menurutnya, dengan prosedur instansi yang jelas dan tegas, bakal mampu mencegah tindak penyelewengan di BUMN.

“Tidak mungkin yang namanya pemimpin yang bagus tanpa SOP. Akhirnya apa? Akhirnya pemimpin itu jadi korup karena berkuasa penuh,” ujar Erick Thohir.

Eks Presiden Inter Milan itu mengatakan SOP yang baik harus mampu dijalankan oleh seorang pemimpin. Menurutnya, keberadaan SOP akan menjadi percuma jika tidak dijalankan dengan baik oleh perusahaan.

“Lalu SOP yang bagus tapi tidak ada kepemimpinan yang baik juga percuma,” pungkasnya.

Sementara keberhasilan Erick Thohir mengungkap korupsi di dalam Garuda Indonesia diapresiasi oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak. Menurutnya, dampak yang ditumbulkan dari pengungkapan kasus Garuda ini mampu menyelamatkan triliunan uang negara.

“Komitmen Erick Thohir menyelesaikan kasus Garuda menurut kami adalah langkah yang tepat dan punya dampak besar. Beliau berhasil menyelamatkan perekonomian dan keuangan negara,” terang Barita.

Seperti diketahui, kasus perkara PT Garuda Indonesia sendiri telah menetapkan dua tersangka baru. Mereka adalah Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo. Mereka ditetapkan sebagai tersangka anyar kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 yang merugikan negara sebesar Rp 8,8 triliun.

Sebelumnya, Erick Thohir juga telah berhasil mengungkap kasus mega skandal PT Jiwasraya dan PT Asabri. Mega skandal korupsi ini diketahui telah merugikan negara hampir menyentuh angka Rp 40 triliun.

Sumber: Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

BUMN Masuk 10 Perusahaan dengan Budaya Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

Great Place to Work, otoritas global dalam budaya tempat kerja belum lama ini mengumumkan daftar 10 perusahaan yang dinilai memiliki budaya kerja terbaik dan berkinerja tinggi. Perusahaan yang terpilih sebagai Certified dan 10 Best Workplaces terbaik diumumkan pada acara Indonesia Best Workplaces Virtual Reveal yang disiarkan di kanal YouTube belum […]