Jasindo Syariah Catatkan Pertumbuhan Kontribusi Senilai Rp18,8 Miliar pada Semester I 2021

Redaksi

Belum lama ini PT Asuransi Jasindo Syariah telah mencatatkan pertumbuhan kontribusi senilai Rp18,8 miliar pada semester 1 2021. Pertumbuhan top line ini dinilai sejalan dengan kinerja underwriting dan bottom line perseroan.

Direktur Operasional Jasindo Syariah Reza Ronaldo mengatakan, bahwa berdasarkan laporan keuangan periode Januari – Juni 2021, kinerja kontribusi tersebut mengalami pertumbuhan 27% secara year on year (yoy). Capaian ini dinilai sebagai sinyal positif bagi bisnis perseroan di tengah kondisi ekonomi makro yang diliputi ketidakpastian akibat pandemi.

Menurutnya, porsi pertumbuhan kontribusi terbesar berasal dari lini bisnis properti yang naik Rp13,8 miliar atau 60,4% yoy. Lini bisnis itu pun rupanya mendorong kinerja perseroan dari berbagai aspek, dari mulai kontribusi, underwriting, sampai laba.

Reza Ronaldo menilai, bahwa kejelian membidik pasar dan melakukan perubahan strategis bisnis menjadi faktor penyebab tumbuhnya bisnis pada paruh pertama tahun ini. Selain itu, Jasindo Syariah juga menjalankan seleksi risiko yang optimal sehingga mampu menunjang pertumbuhan kinerja.

“Setiap perusahaan memiliki keunggulan masing-masing dan memiliki kendala tersendiri sehingga penanganan dan fokusnya akan berbeda,” kata Reza Ronaldo dalam keterangan resmi, pada Sabtu (17/7/2021).

Reza mengatakan, kalau perseroan akan lebih agresif mendorong pertumbuhan lini bisnis yang sehat dan profitable pada kuartal III/2021. Langkah ini bakal dilakukan lewat penetrasi pasar anak-anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan syariah lainnya, sampai lembaga pendidikan syariah.

Tak sampai disitu, Reza juga menjelaskan, bahwa Jasindo Syariah bakal membuka kerja sama baru dengan insurtech, fintech, platform digital, dan marketplace.

Reza yang juga merupakan Ketua Bidang Literasi dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) pun mengungkapkan perseroan akan menggaet broker asuransi sebagai saluran distribusi efektif untuk melakukan pola pemasaran business-to-consumer (B2C).

Sumber Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menteri BUMN Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Negara Pop Culture yang Sejajar dengan Negara Besar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menginginkan Indonesia menjadi negara pop culture. Mengapa demikian? Karena ia ingin Indonesia sejajar dengan negara-negara besar di bidang yang sama seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Korea. “Saya membuat statement waktu itu kita harus menjadi negara pop culture. Kenapa pop culture? Indonesia […]