Garuda Indonesia Umumkan Gagal Bayar Atas Pembayaran Berkala Sukuk Global US$500 Juta

Redaksi

Belum lama ini, PT Garuda Indonesia Tbk. resmi mengumumkan kondisi gagal bayar (default) atas pembayaran berkala kewajiban sukuk global US$500 juta.

“Dapat kami konfirmasikan bahwa atas penundaan jumlah pembagian berkala sukuk global, maka telah terjadi keadaan default berdasarkan perjanjian penerbitan sukuk global,” ujar manajemen Garuda Indonesia dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (29/6/2021).

Manajemen Garuda mengatakan, emiten berkode saham GIAA akan terus berupaya untuk melakukan penyelesaian pembayaran jumlah pembagian berkala dan terus mengupayakan komunikasi dengan para konsultan, pemegang sukuk serta stakeholder terkait atas solusi dan alternatif penyelesaian di masa yang akan datang.

Manajemen bilang, sehubungan dengan penundaan pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk, maka sudah terjadi kondisi cross default atas sukuk global dan berdampak pada perjanjian kredit perseroan yang sebagian besar memiliki klausul cross default. Sehingga terjadi keadaan default atas perjanjian kredit perseroan lainnya.

Garuda Indonesia sebelumnya menunjuk Guggenheim Securities LLC untuk membantu proses restrukturisasi utang perseroan. Guggenheim Securities sendiri bertindak sebagai konsultan keuangan untuk bergabung dengan konsultan hukum, konsultan bisnis dan Mandiri Sekuritas selaku lead advisor.

menurut manajemen, penunjukan Guggenheim Securities beserta mitra usaha strategis lainnya adalah bentuk komitmen dan wujud keseriusan perseroan dalam memaksimalkan usaha pemulihan kinerja untuk ke depannya.

“Kami mengharapkan kolaborasi strategis bersama pihak pihak terkait ini dapat semakin mendukung upaya percepatan penyehatan kinerja perseroan dengan berbagai langkah evaluasi strategi yang akan dijalankan perseroan,” kata manajemen.

Sementara itu, sehubungan dengan proses audit atas laporan keuangan tahun buku 2020, manajemen menegaskan bahwa proses audit sampai saat ini masih berlangsung, sehingga untuk menghindari adanya informasi yang kurang tepat serta dalam rangka mengedepankan prinsip kehati-hatian, perseroan belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut terkait hal itu.

Untuk diketahui, laporan keuangan tahunan tahun buku 2020 perseroan akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat, atau selambat-lambatnya pada tanggal 30 Juni 2021.

Sumber Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Covid-19 Makin Menggila, Kimia Farma Catat Peningkatan Permintaan Alkes dan Produk Farmasi

Menggilanya kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, sudah memicu permintaan masyarakat terhadap alat kesehatan (alkes) dan juga produk farmasi yang berhubungan dengan Covid-19, mulai dari masker, oxymeter, dan juga multivitamin. PT Kimia Farma Tbk mencatat, saat ini sudah terjadi peningkatan permintaan produk alkes dan juga farmasi di […]