Masih Berproses, Bio Farma Dukung Rencana Vaksin pada Anak Usia 12-17 Tahun dari Pemerintah

Redaksi

Baru-baru ini, beredar surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada PT Bio Farma tentang rekomendasi penggunaan vaksin covid-19 pada anak usia 12-17 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Bambang Heriyanto selaku Juru Bicara vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma mengatakan, bahwa registrasi variasi penggunaan vaksin covid-19 untuk anak masih dalam proses. Dirinya belum mengetahui kapan persetujuan tersebut akan terbit. Tapi yang jelas, saat ini persetujuan masih dalam proses di BPOM.

“Untuk persetujuannya masih menunggu dari BPOM. Kita tunggu saja dari BPOM sebagai regulator,” kata Bambang Heriyanto.

Selain itu, Bambang juga mengatakan, pihaknya siap mendukung percepatan vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah, untuk mencapai target vaksinasi pada angka 1 juta vaksinasi per hari.

“Pada prinsipnya kami mendukung rencana dari pemerintah tersebut dan Bio Farma tentu akan melakukan upaya terbaik untuk memenuhinya,” tambahnya.

Hal yang sama pun dikatang oleh Juru Bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi terpisah. Ia mengatakan, saat ini proses persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 pada anak diusia 12-17 tahun masih dalam proses di BPOM.

“Kita tunggu resmi dari BPOM ya,” kata Nadia Tarmizi.

Tak hanya itu, Nadia juga mengatakan, hingga saat ini Indonesia sudah menerima kurang lebih sekitar 104 juta bahan baku vaksin (bulk) dan/atau vaksin covid-19.

Jumlah tersebut di antaranya dari 94,5 juta bulk vaksin Sinovac, 8.228.000 vaksin Astrazeneca, dan 2 juta vaksin Sinopharm.

Adapun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menjamin ketersediaan vaksin yang dibutuhkan untuk mengakselerasi vaksinasi covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah pun terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral. Hal ini dilakukan untuk mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi tetap tinggi di angka satu juta dosis per hari.

“Jadi saya undang seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena hanya dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, kita dapat keluar dari pandemi,” kata Budi.

Sumber kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Laba Bersih Jasa Marga Anjlok 70,46% Pada Kinerja Kuartal I/2021

Hingga saat ini, kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih tertekan pada periode kuartal 1/2021. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Senin 28 Juni 2021, laba bersih emiten berkode saham JSMR ini anjlok hingga 70,46% menjadi Rp161,83 miliar dari periode yang sama pada tahun lalu. Jasa Marga memang mencatat penurunan […]