Holding BUMN Baterai Cari Mitra Strategis Untuk Kembangkan Ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik

Redaksi

Indonesia Battery Corporation (IBC) gencar mencari mitra strategis dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan berbasis listrik (KBL) di Tanah Air.

Holding BUMN baterai yang terdiri dari empat perusahaan pelat merah yaitu Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina, PT PLN dan PT Aneka Tambang (Antam) tersebut bakal membentuk, sedikitnya 5 sampai 6 perusahaan patungan atau joint venture.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik atau Electric Vehicle (EV) Battery, Agus Tjahajana Wirakusuma dalam diskusi panel virtual bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekosistem Battery, Electric Vehicle, dan Solar PV Rooftop di Indonesia’ pada Kamis, 20 Mei 2021 lalu.

Agus mengatakan, bahwa setiap tahapan produksi baterai KBL dari tingkat hulu ke hilir perlu dilakukan di setiap pabrik yang berbeda.

“Jadi bisa dibayangkan dari nikel ore ke nikel kobalt sulfat ada 1 pabrik jadinya 1 joint venture. Nanti masuk ke battery precursor, ada 1 joint venture lagi terus ke katoda bisa 1 joint venture. Kemudian untuk battery cell akan 1 joint venture, dan ke pack juga 1 joint venture lagi,” jelas Agus.

Maka dari itu, setidaknya ada 3 ambisi yang ingin dikejar IBC di tahun 2025 mendatang. Pertama, menjadi produsen nikel sulfat global dengan produksi tahunan 50-100 kton untuk melayani ekspor global dan permintaan lokal.

Kedua, memanfaatkan hulu untuk membangun rantai nilai tengah dan hilir yang kuat serta menjadi produsen prekursor dan katoda global dengan output tahunan 120-240 kton untuk diekspor dan digunakan secara lokal. Terakhir yang ketiga, adalah menjadi pemain regional untuk sel baterai dan pusat manufaktur electric vehicle di Asia Tenggara.

Agus pun menyadari, ambisi ini bukannya tanpa tantangan, karena pasar kendaraan listrik masih belum besar.

“Jadi oleh karena itu kalau hilirnya belum, kami akan turun sedikit ke material antara, katoda. Kalau masih kelebihan juga, kami akan main di hulu,” ungkap Agus.

Adapun soal pencarian mitra, dia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penjajakan kerja sama ke 11 perusahaan baterai global. Bahkan, penjajakan ke sejumlah perusahaan baterai tersebut berlanjut sampai sekarang.

Sumber Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ciptakan Bisnis Profesional, Menteri BUMN Erick Thohir Apresiasi BUMN Untuk Dukung Wirausaha Petani

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan petani harus ditunjang dengan penciptaan kegiatan bisnis petani secara profesional. Hal ini disampaikannya saat meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, pasa Minggu 23 Mei 2021. SBPT sendiri merupakan wujud kolaborasi antara […]