Menteri Erick Thohir Kaji 19 BUMN Mati Suri dan Bakal Bubarkan 7 BUMN

Redaksi
Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui saat ini tengah mengkaji 19 perusahaan BUMN yang memang sudah mati suri sejak 2008 silam. Tujuh di antaranya rencananya bakal dibubarkan.

“BUMN yang di bawah penanganan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) memang sudah dari 2008 itu mati suri. Jadi, yang dibubarkan bukan BUMN yang beroperasi,” kata Erick di Kementerian BUMN, pada Selasa (4/5/2021).

Erick juga mengatakan, langkah ini tidak sembarangan. Saat ini, dia bersama dengan Kartiko Wiriatmodjo sedang melakukan kajian terkait 19 BUMN ini. Dia menilai, perlu dilakukan langkah kejelasan mengenai nasib BUMN ini ke depan daripada tidak memberikan kepastian.

“Kalau gak ada kepastian, nanti kita dzolim dong. Apalagi, BUMN saat ini harus bisa bersaing. Kalau BUMN yang memang mati suri seperti itu, mana bisa bersaing,” lanjut Erick.

Erick memmberikan contoh beberapa BUMN yang memang sudah mati suri dan masuk dalam tahap kajian pembubaran, yaitu PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Leces (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines, dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero) atau KKA.

Kartiko Wiriatmodjo selaku Wakil Menteri II BUMN pun menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya bersama PT PPA sedang melakukan kajian ini. Ada hal-hal, seperti aset, piutang, serta utang yang perlu diperjelas dan didudukkan persoalannya.

“Intinya, kita akan ases lagi kondisi terakhirnya. Apakah ada aset yang bisa kita manfaatkan dulu, kemudian kondisi tenaga kerjanya, operasinya. Intinya kalau sudah tidak ada operasi, tidak ada tenaga kerja, dan tidak ada eksposur kewajiban, kita akan lanjut ke proses penutupan,” jelas Kartiko dalam kesempatan yang sama.

Kartiko menargetkan, pada semester dua tahun 2021 ini akan ada keputusan bagaimana nasib ke-19 BUMN yang berada di bawah PPA. Berapa jumlahnya dan BUMN apa saja yang akan ditutup, akan dibuka ke publik pasca kajian.

“Targetnya, semester dua tahun ini lah,” ujar ptia yang akrab disapa Tiko itu.

Sumber Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jasindo Lakukan Strategi Untuk Hadapi Tantangan Restrukturisasi Asuransi Kredit Kuartal II/2021

PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo saat ini masih menghadapi tantangan restrukturisasi asuransi kredit pada kuartal II/2021. Tantangan ini dapat menghambat pertumbuhan laba. Sehingga penanganan lonjakan klaim asuransi kredit dinilai membutuhkan proses panjang. Oleh sebab itu, Jasindo pun melakukan strategi untuk menghadapi tantangan tersebut. Direktur Utama Jasindo, Didit Mehta Pariadi […]