Angkasa Pura I Siapkan Enam Bandara untuk Ibadah Haji 2021

Redaksi

PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menyiapkan sebanyak enam bandara kelolaannya untuk embarkasi debarkasi Ibadah Haji tahun 2021 ini.

Handy Heryudhitiawan selaku VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I mengungkapkan, Keenam bandara tersebut adalah Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Sultan Hasanudin Makassar dan Bandara Internasional Lombok Praya.

Selain itu, operator bandara pelat merah itu juga mengaku sangat siap atas rencana untuk membuka kembali penerbangan ibadah haji dan umrah setelah mendapatkan kepastian dari pemerintah pusat. Standar pelayanan dan protokol kesehatan pun disesuaikan dengan peraturan yang ada di masa pandemi Covid-19.

“Sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Perhubungan No. 4/2012 terkait Tata Cara Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji. Adapun, slot embarkasi dan debarkasi haji menggunakan slot irregular flight sebesar 20 persen yang dapat digunakan dan ditentukan di masing-masing bandara,” katanya, Rabu (17/3).

Adapun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah melakukan inspeksi (ramp check) terhadap 13 bandara embarkasi dan debarkasi sebagai bagian dari kesiapan penyelenggaraan ibadah Haji tahun 2021 walaupun izinnya masih menanti restu dari pemerintah Arab Saudi.

Novie Riyanto selaku Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub menyebutkan, ke-13 bandara tersebut antara lain adalah Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Selanjutnya, Bandara Kertajati, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, serta Bandara Zainuddin Abdul Majid Lombok.

“Pengawasan dilakukan dengan inspeksi atau ramp check di 13 bandara embarkasi haji. Mengacu pada regulasi ICAO. Kami juga monitor problem yang terjadi dan perbaikan, monitor perawatan berlaku, dan memeriksa kondisi pesawat,” jelas Novie, Senin (15/3).

Sumber Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dirut Muhammad Yudayat Bakal Tangani 2.151 Hektare Lahan Dalam Kategori Kritis

Diretur Utama PT Perkebunan Nusantara VIII atau PTPN VIII, Muhammad Yudayat mengatakan dari total 113 ribu hektare lahan milik PTPN VIII terdapat 2.151 hektare lahan yang masuk dalam kategori kritis. “Untuk lahan seluruh PTPN VIII, dari total luas 113 ribu hektar, ada 2.151 hektare yang kita anggap kritis. Jadi kita […]