Bio Farma Belum Tunjuk Korporasi Swasta sebagai Distributor Vaksin di Indonesia

Redaksi

PT Bio Farma (Persero) belum menunjuk satu pun korporasi swasta sebagai distributor vaksin untuk program vaksinasi di Indonesia. Perseroan masih akan melakukan penjajakan sendiri terhadap sejumlah korporasi yang akan dilibatkan.

Bambang Heriyanto selaku Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma mengatakan Bio Farma sedang menyiapkan rencana untuk menjajaki kerja sama dengan korporasi untuk kemudian ditunjuk sebagai distributor.

Terlepas dari penilaian yang akan dilakukan oleh Bio Farma, terdapat sejumlah persyaratan mendasar yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang berminat untuk mengambil peran sebagai distributor dalam pelaksanaan program vaksin.

”Sampai dengan saat ini belum ada perusahaan yang ditunjuk menjadi distributor vaksin. Bulan ini sedang kami siapkan langkah untuk penjajakan. Nanti akan dilakukan penilaian terlebih dahulu,” jelas Bambang pada Senin (1/3).

Persyaratan tersebut salah satunya adalah kepemilikan cold chain management system vaccine. Selain itu, Bio Farma juga tidak hanya melakukan penilaian terhadap korporasi-korporasi yang mengajukan diri, tetapi perusahaan juga akan melakukan aksi jemput bola dan saat ini sedang menyiapkan langkah penjajakan.

“Sampai saat ini belum ada perusahaan yang ditunjuk. Namun, hal yang terpenting untuk menjadi distributor adalah harus memenuhi persyaratan, yakni memiliki cold chain management system vaccine,” lanjut Bambang.

Meski begitu, persyaratan mendasar tersebut masih harus dinilai lebih lanjut oleh Bio Farma sebagai perusahaan yang mendapat amanat dalam Permenkes No. 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Pada akhir pekan lalu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan terdapat 9 perusahaan yang akan dilibatkan dalam proses distribusi vaksin Covid-19. Namun, dia belum mau mengungkapkan identitas perusahaan tersebut yang akan terlibat.

Beberapa bulan sebelum Permenkes No. 10/2021 keluar, sejumlah korporasi swasta sudaah melakukan pendekatan kepada Kemenkes agar bisa ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Beberapa korporasi tersebut, antara lain adalah PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), yakni PT Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT), kemudian Unilever Indonesia (UNVR), dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk. (CAMP).

Sumber Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dukung Infrastruktur Masyarakat, PGN Sediakan Pasokan Gas ke Pembangkit Listrik Muara Tawar

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN selaku subholding gas PT Pertamina (Persero) berkomitmen mendukung penyediaan infrastruktur dan gas bumi dalam operasional pembangkitan dan penyediaan listrik untuk masyarakat. Komitmen ini diwujudkan dengan menyediakan pemanfaatan terminal LNG dan penyaluran gas hasil regasifikasi LNG di Lampung yang terkoneksi dengan pipa transmisi […]