Dinilai Jadi Momentun, Garuda Indonesia Genjot Kinerja Pendapatan Kargo di Periode Low Season

Redaksi

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menilai periode low season menjadi momentum untuk menggenjot kinerja pendapatan dari lini kargo yang saat ini kinerjanya mulai pulih dan bangkit mendekati seperti pada tahun 2019 lalu.

Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan setelah pada periode puncak akhir tahun lalu, kuartal I/2021 memang menjadi periode low season bagi perseroan. Saat ini, penting untuk melakukan monitor terhadap keinginan publik untuk terbang dengan protokol kesehatan yang ketat, serta kebijakan pemerintah dalam upaya menghentikan Covid-19.

“Biasa ya kuartal I/2021 itu low season. Memang ada penurunan penumpang, Kami mitigasi dengan akselerasi ke kargo. Manado ke Narita, Padang ke Guangzhou, Makassar ke Singapura dan Bali ke Hongkong. Banyak rute-rute kerjasama yang kami jalin,” jelas Irfan pada Selasa 16 Februari 2021.

Pada November 2020 lalu, maskapai dengan jenis layanan medium tersebut berhasil menembus jumlah rekor dengan mencapai 1,043 juta penumpang yang meningkat cukup signifikan dibandingkan pada masa awal pandemi Covid-19. Diketahui pada awal pandemi, perseroan hanya bisa mengangkut sekitar 30.000 penumpang saja.

Bukan hanya dari penumpang, bisnis angkutan kargo pada November 2020 lalu juga ikut positif. Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 emiten berkode saham GIAA ini juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20 persen dari awal kuartal IV/2020, menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo. Bahkan, kata Irfan, dilakukan diskusi dengan banyak pihak terkait terus berjalan untuk membuka jalur-jalur lainnya dari pusat-pusat ekspor wilayah timur seperti Papua dan Ambon.

Lebih lanjut, GIAA sudah mengangkut produk ekspor pertanian dari Padang sebanyak 33 ton komoditas buah Manggis ke Guangzhou, China. Pengangkutan produk ekspor tersebut dilayani dengan penerbangan charter khusus rute Padang–Guangzhou yang dioperasikan oleh armada A330-300 dengan daya angkut mencapai 40 ton setiap penerbangannya.

Selain memaksimalkan pengiriman kargo melalui pemanfaatan kompartemen penumpang, GIAA juga mengoptimalkan jaringan penerbangan kargo dalam mendukung aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan nasional di Indonesia Timur dengan membuka penerbangan khusus kargo Makassar–Singapura, Denpasar–Hongkong dan Manado–Narita yang dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan Airbus A330.

Adapun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mensyukuri bahwa maskapai nasional ini masih bisa bertahan hidup tanpa harus dipailitkan seperti yang terjadi kepada maskapai global lainnya yakni Thai Airways.

Dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN bersama dengan direksi dan komisaris lainnya yang ada di Garuda Indonesia melakukan kajian terhadap biaya penyewaan pesawat yang terlalu mahal.

Sumber Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

BTN Berharap Lewat FLPP Kuota KPR Bisa Ditambah Dua Kali Lipat pada Tahun 2021

PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau Bank BTN berharap melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ada tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) hingga dua kali lipat dari yang sudah ditetapkan untuk tahun 2021 ini. Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon L. P. Napitupulu bilang perseroan sangat mengharapkan adanya tambahan […]