Pegadaian Bidik Outstanding Gadai Efek Minimal Rp150 miliar Tahun 2021

Redaksi

PT Pegadaian (persero) membidik outstanding gadai efek minimal sebesar Rp 150 miliar pada tahun 2021. Target ini disumbang baik dari gadai saham maupun gadai obligasi.

“Kontribusi outstanding terbesar masih dari institusi baru,” ujar Harianto Widodo selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian pada Jumat 29 Januari 2021.

Guna merealisasi target itu, gadai pelat merah ini telah menyiapkan enam strategi mulai dari melakukan literasi lewat mitra sekuritas, komunitas dan influencer pasar modal dan menambah rekanan sekuritas.

Kemudian, meningkatkan layanan gadai efek lewat online trading sekuritas yang saat ini masih tahap pengembangan. Selanjutnya, penyempurnaan layanan pengajuan serta peningkatan layanan lewat aplikasi PDS atau Pegadaian Digital Service.

Lalu, penggunaan fitur Minta Tambah. Dan terakhir, melakukan kajian risiko untuk perluasan jaminan eksisting yang diperkirakan terealisasi pada kuartal II atau kuartal III/2021 ke dalam indeks IDX80.

Hal ini merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar serta fundamental yang baik.

“Saat ini ada beberapa nasabah eksisting yang melakukan gadai berulang yaitu tebus dan gadai baru. Bahkan ada yang telah melakukan tiga hingga empat kali gadai berulang,” jelas Harianto.

Dia memprediksi tren gadai saham tahun ini bisa menunjukkan peningkatan khususnya dari segmen investor retail yang sebelumnya pernah mencoba layanan produk gadai efek. Sadangkan, beberapa retail berasal dari sekuritas – sekuritas baru yang sebelumnya belum memiliki pengalaman dengan gadai efek.

Seperti yang diketahui, dengan adanya gadai saham bertujuan untuk bridging investor saham. Artinya, investor bisa mendapatkan likuiditas atau pendanaan tanpa harus kehilangan asetnya. Skema gadai saham sama dengan saat nasabah menggadaikan saham mereka.

Jika sewaktu-waktu sahamnya turun banyak, Pegadaian akan meminta nasabah untuk melakukan top up untuk meng-cover rasio yang sudah ditetapkan. Hal ini bisa dengan menambah jaminan atau mengangsur pinjaman tersebut. Adapun, produk gadai ini ditujukan untuk investasi jangka panjang, bukan trading.

Sumber Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Waskita Karya akan Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp1,2 triliun pada 23 Februari 2021

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyatakan peringkat PT Waskita Karya (Persero) Tbk di level idBBB. Peringkat ini untuk Obligasi PUB III 2018 Seri A PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp1,2 triliun. Obligasi emiten berkode saham WSKT ini akan jatuh tempo pada 23 Februari 2021 dan akan melunasinya menggunakan kombinasi […]