BNI Salurkan Bantuan Usaha Mikro Produktif Rp 758,4 Miliar

Redaksi

PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk menyalurkan program Bantuan Presiden (Banpres) produktif bagi pelaku usaha mikro sekitar Rp 758,4 miliar yang akan disalurkan kepada lebih dari 316 ribu pelaku usaha mikro.

Herry Sidharta selaku Direktur Utama BNI menyampaikan, perseroan dipercaya oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan bantuan presiden produktif sebesar Rp 2,4 juta per orang. Adapun penerima bantuan tersebut adalah pelaku usaha mikro yang merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Penerima bantuan atau pelaku usaha ini adalah nasabah PNM Mekaar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” terangnya melalui keterangan tulis, Selasa (25/8).

Untuk tahap pertama, Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai lembaga pengusul, menetapkan lebih dari 316 ribu penerima bantuan pelaku usaha mikro yang disalurkan melalui BNI.

Menurutnya, BNI dipilih menjadi bank penyalur karena dinilai mampu menyediakan sistem penyaluran yang terintegrasi dengan baik, mulai dari pembukaan rekening secara kolektif hingga tahap monitoring pencairan.

Selain itu, perseroan juga mampu memberikan kemudahan penerima dalam proses pembuatan rekening (dengan sistem burekol atau buka rekening kolektif). Dengan begitu, para penerima hanya perlu melakukan proses aktivasi rekening sebelum buku tabungan dan kartu debit dapat diambil di outlet BNI.

“Dengan demikian, bantuan dapat segera digunakan untuk kegiatan produktif dalam rangka mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional,” tuturnya.

Sebagai informasi, proses aktivasi rekening dapat dilakukan di semua cabang BNI. Tak hanya itu, perseroan akan menyediakan tempat aktivasi rekening khusus bagi daerah yang berjarak cukup jauh dari cabang BNI terdekat.

Sumber Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

PLN Pastikan Strategi Akuisisi Tambang Batu Bara untuk Ketersediaan Pasokan

PT PLN memastikan Strategi akuisisi tambang batu bara untuk ketersediaan pasokan batu bara dalam kebutuhan PLTU tidak akan mengganggu fokus bisnis utama BUMN itu. Zulkifli Zaini, Direktur Utama PLN menyampaikan, bahwa akuisisi tambang batu bara dilakukan hanya untuk melengkapi suplai batu bara dari kontrak jangka panjang PLN dengan produsen batu […]