Hutama Karya Siapkan Skema Pendanaan Proyek JTTS

Redaksi

PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan berbagai skema dalam memenuhi kekurangan pendanaan proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Hilda Savitri selaku Direktur Keuangan Hutama Karya menyampaikan, total dari ekuitas yang telah terpenuhi sebesar Rp 55 triliun, tahun ini pihaknya juga telah mendapatkan tambahan sebesar Rp 7,5 triliun yang juga dalam bentuk ekuitas. Selain itu, pihaknya juga masih memiliki dana dari obligasi global.

Hilda menyebut, Hutama Karya masih memiliki tambahan pinjaman yang dapat digunakan ketika diperlukan. Pihaknya telah mendapatkan persetujuan untuk jaminan sebesar US$ 1,5 miliar yang mana saat ini baru menerbitkan US$ 600 juta.

“Karena memang pendanaannya harus kami sesuaikan dengan uang dan pekerjaan di lapangan sehingga kami tidak ambil utang jika tidak dapat digunakan secara segera,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan proyek tersebut harus dilakukan secara bertahap. dikarenakan porsi dari ekuitasnya berbeda dengan pengerjaan proyek pada saat di jawa.

“Kalau di Jawa mungkin porsi ekuitasnya 70:30, kalau di tol ini porsi ekuitasnya bisa 75% karena IRR yang rendah,” tambah dia.

Dketahui, kebutuhan investasi proyek JTTS sebesar Rp 478 triliun, sedangkan yang baru terpenuhi sebesar Rp 90 triliun. Realisasi tersebut berasal dari Rp 55 triliun ekuitas dan Rp 35 triliun merupakan pinjaman yang didapatkan dari perbankan ataupun melalui penerbitan global bond. Dengan begitu, sisa kebutuhan dana sebesar Rp 386 triliun.

Sementara, untuk kekurangan dana diupayakan dengan berbagai skema alternatif pembiayaan untuk memenuhi porsi ekuitas maupun pinjaman. Saat ini pendanaan JTTS berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN), serta dana non-PMN yakni kredit investasi, monetisasi aset jalan tol, penerbitan Global Medium Terms Notes (GMTN), ekuitas partner dan dukungan konstruksi.

Hilda menuturkan dari dana yang direalisasikan, sebesar Rp 19,1 triliun diberikan oleh pemerintah dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) yang telah dicairkan sepanjang 2015 hingga 2020 tahap I. Bukan hanya itu, berbagai macam alternatif pembiayaan juga dilakukan untuk membantu pendanaan proyek tersebut seperti sekuritisasi aset yang diberikan pada Hutama Karya untuk mengelola ruas tol JORR S dan juga akses Tanjung Priok.

Perusahaan konstruksi pelat merah ini juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 11 triliun untuk pembangunan proyek tersebut. Selain itu ada juga dukungan konstruksi untuk pembangunan JTTS 130 km senilai Rp 16 triliun yang diambil dari konsesi Jalan Tol Trans Jawa.

Selanjutnya, ada juga melalui viability gap fund (VGF), GMTN, fasilitas cash deficiency support, value capture, assets recycle, long term contract financing serta skema limited concession.

SEVP Hutama Karya Muhammad Fauzan menambahkan hingga sekarang, pihaknya telah menyelesaikan konstruksi sekitar 588 km. Dari jumlah tersebut, sekitar 365 km dari 5 ruas telah beroperasi.

“Sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dalam waktu dekat, 2 ruas di JTTS tengah dipersiapkan untuk dioperasikan yakni ruas Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km dan ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 sepanjang 13,5 km,” ujar Fauzan.

Sumber Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mandiri Taspen Realisasikan Seluruh Dana Tawar Senilai Rp1 Triliun

PT Bank Mandiri Taspen telah merealisasikan seluruh dana hasil penawaran umum berkelanjutan I tahun 2019 senilai Rp1 triliun. Fajar Ari Setiawan selaku Senior Executive Vice President PT Bank Mandiri Taspen menyampaikan, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan I tahap I Bank Mandiri Taspen tahun 2019 posisi 30 Juni […]